Sinergi Kepemimpinan Purwakarta Memperkuat Wawasan Kebangsaan di Era Digital
Purwakarta – Di tengat arus transformasi digital yang masif, Kabupaten Purwakarta mengambil inisiatif strategis melalui Program PANDITA (Penguatan Wawasan Kebangsaan Melalui Optimalisasi Literasi Digital) untuk memastikan generasi muda tetap kokoh dalam nilai-nilai kebangsaan.
Signifikansi program ini semakin diperkuat dengan diterimanya Penghargaan Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2025 dari Kementerian Dalam Negeri oleh Kabupaten Purwakarta beberapa hari lalu, penghargaan yang menjadi validasi eksternal terhadap komitmen daerah dalam membangun harmoni sosial dan ketahanan ideologi. Penghargaan ini, diterima langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Muhammad Ramdan mewakili Bupati Saepul Bahri Binzein, menempatkan Purwakarta sebagai salah satu dari enam kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat yang meraih apresiasi serupa.
Namun, yang perlu dipahami dengan jelas: IHaI adalah elemen pendukung yang memperkuat kredibilitas aksi-aksi nyata PANDITA, bukan sebaliknya. Penghargaan ini hadir karena program PANDITA telah merancang dan melaksanakan serangkaian inisiatif konkret, terukur, dan berbasis bukti yang diharapkan dapat berdampak langsung terhadap penguatan wawasan kebangsaan dan literasi digital di lapangan.
Dukungan Tegas Pj Sekda
Langkah strategis program PANDITA diawali melalui penandatanganan Surat Keputusan (SK) Pembentukan Pokja Penguatan Wawasan Kebangsaan yang ditandatangani langsung oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta. Penetapan SK ini bukan sekadar administrasi, melainkan penegasan atas komitmen kolaboratif lintas-organisasi perangkat daerah dalam mendukung agenda peningkatan ketahanan ideologi, literasi digital, dan moderasi beragama di Purwakarta.
Pokja ini melibatkan Kesbangpol, Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan.
Moderasi Beragama: Pelatihan Kolaboratif Kesbangpol & Balai Diklat Kemenag RI
Sebagai bagian dari upaya pencegahan radikalisme digital dan memperkuat harmoni sosial, Badan Kesbangpol Kabupaten Purwakarta bersinergi dengan Balai Diklat Keagamaan Bandung (Kementerian Agama RI) melaksanakan Pelatihan Moderasi Beragama. Kegiatan berlangsung selama tiga hari penuh, diikuti oleh perwakilan Kesbangpol, OPD lintas bidang, serta perwakilan FKUB.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapat bekal teoritis, tetapi juga praktik keterampilan deteksi dini narasi intoleransi serta teknik dialog antaragama di ruang digital. Materi diberikan oleh Widyaiswara Balai Diklat Kemenag, pakar kepemimpinan, serta moderator lintas agama yang berpengalaman.
“Sekarang kekerasan ataupun hoaks bernuansa agama lebih cepat menyebar di media sosial. Kompetensi menjaga semangat perdamaian di dunia maya harus menjadi DNA penggerak birokrasi kita,” tegas salah satu narasumber dari Balai Diklat.
Seminar Anti-Bullying: Upaya Kolaboratif Membentengi Generasi Muda
Membumikan nilai-nilai toleransi dan saling menghargai pun menuntut inisiatif lintas institusi. Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta menyelenggarakan Seminar Anti-Bullying yang menghadirkan Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan (Idwasbang) Kesbangpol sebagai narasumber utama. Seminar ini menyasar pelajar, guru, orang tua, dan aktivis literasi.
Dalam paparannya, Kabid Idwasbang menekankan bahwa membangun budaya sekolah yang aman dan mendukung, baik di ruang fisik maupun digital, harus berdiri di atas dasar penguatan wawasan kebangsaan. Pengalaman-pengalaman bullying yang diangkat peserta didiskusikan dengan pendekatan solutif dan reflektif, dibalut dengan pemahaman nilai kesatuan dan kebhinekaan.
“Kita ingin sekolah menjadi ekosistem yang inklusif, di mana setiap anak merasa diterima, dihargai, dan dilindungi. Literasi digital dan wawasan kebangsaan adalah secercah cahaya untuk mencegah perundungan, baik nyata maupun maya,” kata Kabid Idwasbang di hadapan peserta seminar.
Advokasi dan Validasi: 70 Guru Berpartisipasi Uji Instrumen Kebangsaan
Momentum strategis selanjutnya adalah Advokasi Penguatan Wawasan Kebangsaan kepada 70 guru Bimbingan Konseling (BK) dan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) jenjang SMP se-Purwakarta. Kegiatan yang digagas Dinas Pendidikan ini memposisikan Project Leader program PANDITA sebagai narasumber utama sekaligus fasilitator.
Di forum ini, para guru tak hanya menerima materi, namun didorong terlibat aktif dalam uji validitas dan reliabilitas instrument kuesioner Indeks Wawasan Kebangsaan dan Indeks Literasi Digital Anti Hoaks. Proses pengujian interaktif ini menjadi fondasi penciptaan alat ukur yang bukan sekadar administratif, tetapi terbukti sahih secara akademik dan relevan secara praktik.
“Kami perlu instrumen yang tidak hanya bisa digunakan sekarang, tapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman. Guru bukan objek, tapi mitra intelektual dalam membangun sistem pendidikan yang berporos pada karakter bangsa,” papar Kabid Idwasbang sebagai Project Leader saat diskusi berlangsung.
Rangkaian advokasi ini ditutup dengan penyusunan bersama Modul Pendidikan Wawasan Kebangsaan dan Modul Literasi Digital Anti Hoaks, yang telah melibatkan langsung praktik dan umpan balik dari para guru peserta.
Asesmen Lapangan: Mengukur "Detak Nadi" Ideologi Generasi Digital
Berpindah dari ruang teori ke praktik nyata, program PANDITA kemudian melaksanakan asesmen di dua sekolah pilot utama: SMPN 1 Purwakarta dan SMPN 7 Purwakarta. Pengujian ini menggunakan instrumen indeks yang telah tervalidasi, dengan ratusan siswa terlibat sebagai responden.
Hasil asesmen ini menjadi data awal (baseline) kondisi riil wawasan kebangsaan dan literasi digital generasi usia sekolah, sebagai bekal pemerintah daerah dan stakeholder pendidikan dalam membuat intervensi yang lebih presisi dan berdampak nyata.
Menjadi Gerakan Bersama, Membangun Masyarakat Resilient
Seluruh rangkaian kegiatan di atas membentuk satu satuan utuh gerakan perubahan yang tidak hanya bergantung pada satu dinas, melainkan manifestasi kolaborasi lintas OPD, praktisi pendidikan, penggiat literasi, dengan dimotori oleh kepemimpinan kolektif daerah, dukungan penuh segenap stakeholder di Purwakarta.
Dengan semangat gotong royong, PANDITA berlayar menuju fase penguatan lebih luas. Dengan basis data, instrumen teruji, serta modul yang siap digunakan, harapannya, Purwakarta akan kian siap menghadapi berbagai tantangan disrupsi zaman dengan akar kebangsaan yang tetap kokoh.




