Pada Rabu tanggal 30 Juli 2025 pukul 08.30 WIB s/d 11.00 WIB bertempat di Aula Badan Kesbangpol Kabupaten Purwakarta Jl. Veteran No. 153 Kelurahan Nagri Tengah Kecamatan/Kabupaten Purwakarta telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Kewaspadaan Dini Daerah Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2025 bagi Siswa/i SMK Kabupaten Purwakarta dengan Tema *Cerdas Bergaul, Tangguh Hadapi Tantangan Zaman (Antisipasi Paham Radikal, Tawuran, Narkoba dan Bullying)*, selaku penanggungjawab kegiatan Sdr. Drs. H. Mohamad Ramdhan, M.Si (Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Purwakarta) diikuti lk. 50 orang, turut hadir dalam giat ini antara lain : Kompol Dr. H. Iwan Rasiwan, SH, MH (Kabag Ren Polres Purwakarta), Kapten Arm Witopo (Pasi Intel Kodim 0619/Purwakarta), Bambang Widiya Atmoko, SH, MH (Kabid Wasnas Penanganan Konflik Kesbangpol Kabupaten Purwakarta), Dede Supendi, M.Pd (Kasi Kurikulum Disdik Kabupaten Purwakarta), Para Siswa/i SMKN 1 Purwakarta , Para Siswa/i SMK Bina Budi , Para Siswa/i Teknik Industri Purwakart.
Kapten Arm Witopo (Pasi Intel Kodim 0619/Purwakarta) memberikan paparan materi “ Pergaulan generasi muda saat ini cukup kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk teknologi dan media sosial. beberapa aspek penting dalam perkembangan pergaulan generasi muda saat ini yang harus mendapatkan perhatian khusus adalah Paham radikal, Tawuran, bullying . Paham radikal adalah paham atau keyakinan yang menghendaki perubahan sosial dan politik secara drastis dan mendasar, sering kali dengan menggunakan kekerasan atau tindakan ekstrem. Paham ini dapat muncul dalam berbagai konteks, seperti agama, politik, dan sosial, serta sering ditandai dengan sikap. Dampak Paham Radikal antara lain, Ancaman Keamanan Nasional dapat memicu terorisme, konflik bersenjata, dan aksi anarkis yang merusak stabilitas negara, Perpecahan Sosial Mendorong ideologi eksklusif yang memusuhi kelompok lain, menyebabkan perpecahan di masyarakat, Intoleransi dan Kebencian menolak perbedaan, menyebarkan kebencian terhadap pihak yang berbeda pandangan, Kerusakan Nilai Sosial Menentang demokrasi, HAM, dan norma sosial, melemahkan moralitas bersama dan Merusak Citra Agama Menyalahgunakan ajaran agama untuk membenarkan kekerasan dan intoleransi. Sanksi bagi Pelaku Terorisme (Sesuai UU No. 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan perubahannya dalam UU No. 5 Tahun 2018) antara lain, Pidana Penjara & Hukuman Mati, Penyitaan Aset, Pembekuan Aset, Larangan Bepergian dan Pencabutan Hak-Hak Tertentu. Tawuran adalah perkelahian massal yang biasanya melibatkan dua kelompok atau lebih, baik antar pelajar, antar warga, maupun antar organisasi. Tawuran sering dipicu oleh perselisihan, dendam, provokasi, atau solidaritas kelompok, dan dilakukan secara kolektif serta terbuka di tempat umum. Pelaku tawuran dapat dijerat dengan berbagai pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan undang-undang lainnya, tergantung dari akibat perbuatannya. Berikut salah satu sanksinya Pasal 170 KUHP – Kekerasan Secara Bersama-sama. Tawuran bukan hanya tindakan berbahaya, tapi juga memiliki konsekuensi hukum yang serius. Semua pihak yaitu orang tua, sekolah, masyarakat, dan pemerintah perlu berperan aktif dalam mencegah dan menanggulangi aksi tawuran. Narkoba Berbahaya Merusak fisik, mental, masa depan, dan bisa menjerat ke masalah hukum. Perangi Narkoba. Bullying melukai secara fisik dan psikis, atau serta meninggalkan trauma berkepanjangan. Jadilah Teman, Bukan Pelaku “ papar Witopo.
Kompol Dr. H. Iwan Rasiwan, SH, MH (Kabag Ren Polres Purwakarta) menambahkan paparan materinya “ Tantangan Remaja di Era Modern Masa remaja di Indonesia saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan kompleks yang mengancam masa depan generas penerus bangsa, Kenakalan remaja meningkat, tawuran, narkoba, bullying, dan paham radikal. Data BNN 2022 : 2,29 juta remaja terlibat penyalahgunaan narkoba, tawuran pelajar di Jakarta 2021 terdapat 150 kasus dalam setahun, fenomena ini menunjukkan perlunya pendekatan komprehensif untuk membantu remaja mengembangkan keterampilan bergaul yang cerdas dan tangguh menghadapi tekanan negatif. Paham radikal, akal masalah radikalisme tumbuh karena ketidakpuasan sosial dan kurangnya pemahaman toleransi dimasyarakat yang beragam. Akar Permasalahan Tawuran sebagai pelampiasan konflik sosial dan tekanan kelompok yang tidak tersalurkan dengan baik dimana Faktor penyebab antara lain pengaruh teman sebaya, lemahnya kontrol diri, dan lingkungan negatif. Dampak Jangka Panjang tawuran yaitu Cedera fisik, trauma psikologis, dan rusaknya reputasi sekolah, Putus sekolah dan masa depan yang terancam dan Gangguan keamanan dan ketenteraman masyarakat. Narkoba, Dampak Kesehatan Penyalahgunaan narkoba menyebabkan gangguan mental, ketergantungan, dan risiko kematian. Target Empuk Peredaran narkoba menyasar pelajar dan mahasiswa sebagai target utama karena rasa ingin tahu yang tinggi. Dampak Sosial Kerusakan keluarga, kriminalitas, dan gangguan ketertiban masyarakat yang berkepanjangan. Berikut adalah macam-macam bullying yang umum terjadi, baik di lingkungan sekolah, tempat kerja, maupun media sosial antara lain Bullying Fisik (Physical Bullying), Bullying Verbal (Verbal Bullying), Bullying Sosial (Social/Relational Bullying), Cyberbullying (Perundungan Daring) dan Bullying Psikologis (Psychological/Emotional Bullying). Studi Kasus Tawuran Pelajar di Jakarta, Fakta Mengejutkan Pada tahun 2021, lebih dari 150 kasus tawuran terjadi di Jakarta, sebagian besar dipicu oleh masalah sepele seperti saling ejek atau perebutan wilayah. Akar Masalah Kurangnya komunikasi efektif antar pelajar Minimnya pengawasan sekolah dan orang tua Tradisi dendam antar sekolah yang diwariskan, dimana Solusi yang Diterapkan Pembentukan satgas anti tawuran dan program konseling intensif telah mengurangi kasus tawuran hingga 305 di beberapa wilayah Jakarta. Kesimpulan, Tantangan zaman memang nyata, namun bukan halangan untuk meraih sukses. Cerdas bergaul dan tangguh menghadapi tantangan adalah kunci untuk membangun masa depan yang cerah. Remaja tangguh tidak terbentuk karena ketiadaan masalah, tetapi karena kemampuan mereka menghadapi masalah dengan cerdas dan penuh ketahanan. Peran keluarga, sekolah, teman, dan masyarakat sangat penting dalam membentuk remaja yang tangguh. Mari bersama ciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter “ ujar Iwan.





